Tampilkan postingan dengan label islam itu indah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam itu indah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Januari 2012

KINI, AMANAH ITU BERADA DI PUNDAKKU

Assalamu'alaikum wr wb :)
yaaaah, setelah bergelut dengan banyaknya tugas yan menumpuk, hari ini aku sempatkan membuat sedikit postingan tentang amanah baru yang aku pikul. berat memang, tapi aku yakin bahwa Allah akan selalu membantu hambanya, muehehehe. nah jadi kan ceritanya pada tanggal 16 Desember kemarin saya udah cau ke jakarta buat ikutan program TSC Homestay nih... dan rupanya, pada tanggal 20an itu ada muktamar rohis. otomatis saya gak ikut. tapi ada satu hal yang buat saya tenang dan bangga. karena sewaktu saya online di warnet resort, saya menemukan fakta bahwa agus syahli adalah mas'ul (ketum) baru Rohis Ruhul Jadid. seketika itu pula saya mengucap syukur pada Allah SWT :D
aaaaaand, look at this pic...
how lucky we are...
thank God, you give us the best way :)


okeh, selesai sudah cerita tentang agus syahli nya. bank to the main topic: KINI, AMANAH ITU BERADA DI PUNDAKKU. seandainya kalian bertanya-tanya tentang amanah apa yang sedang berada di pundak saya, maka dengan senang hati saya tidak akan menjawabnya :P

jadi, sepulang dari Singapura & Hongkong + China, saya langsung ditodong untuk screening jadi pengurus Rohis. yaaaah, berhubung peng-screening-nya adalah kak uya, saya jawabnya nyante aja.
waktu itu kak uya nanya: "dara siap ndak kalau jadi kabid?"
dan menurut saya, itu pertanyaan yang jleb banget. sumpah.
jadi saya cuma nangis tawa-tawa doang. sambil cengengesan bilang: "Insha Allah ya kak..."
dan dari cikal bakal kejadian itulah saya diberi amanah untuk menjadiiiiiiiii:
KEPALA BIDANG DAKWAH RRJ

Ya Allah... tolonglah hamba-Mu ini..
kuatkan pundaknya untuk menerima amanah-Mu..
ikhlaskan niatnya hanya untuk memohon ridho-Mu..
dan... ampuni dosanya jika suatu saat ia khilaf atas apa yang telah ia perbuat...
Aamiiiin :) Read More..

Minggu, 06 November 2011

IDUL ADHA: ANTARA AKU, KAMBING, DAN NENEK - NENEK DI MASJID

Assalamu'alaikum teman... sudah lama gak ngeblog nih. jadi, untuk opening, saya ucapkan selamat idul adha dulu ya, mohon maaf lahir dan batin :)

mumpung eid ul adha nih, jadi topik yang mau saya angkat ya tentang idul adha... keep reading ya :D

well, cerita pengalaman kemarin dulu yah. kalo gak salah yang saya ingat, kemaren itu saya ikut sebuah ajang perlombaan yang bergengsi benget mameeeen :D namanya meteor KOMET, Kompetisi Matematika.jadi, tanggal 5 november kemaren seleksi daerahnya. eh, saya gak lolos wehehehe. soalnya gampang sih, cuma saya aja yang gak bisa ngerjain teliti, hihihi. ok, yang satu ini dijadiin pengalaman aja lah ya...



nah, pengalaman yang kedua tentang pengalaman sholat ied. sekedar pemberitahuan aja, cerita yang satu ini agak mengharukan, jadi siapin tissu dulu, daripada kebanjiran aer mata *jreng jreng*.
so, langsung aja yah. di suatu pagi yang cerah, ada seorang anak gadis yang cantik bernama dara. hari itu adalah hari Idul Adha, dimana semua umat Islam menyambut dengan suka cita. tapi, berbeda dengan yang lain, si Dara ini malah ketiduran. dasar kebo!!!

eh, selang beberapa lama, si dara yang cantik bangun kesiangan ini sadar dari alam mimpinya. ia pun segera bersiap untuk pergi sholat ied. sesampainya di masjid yang hampir sudah sesak oleh orang-orang bermukenah putih-putih itu, ia segera celingak celinguk. akhirnya, ia duduk di sebelah seorang nenek-nenek tua yang baik hatinya dan tak pernah dikenalnya.


nenek itu pun bertanya, apakah si dara cantik itu bawa sajadah atau enggak. trus si dara cuma gelengin kepala. jadi, nenek yang baik hati ini melintangkan sajadahnya untuk dipakai berdua, bersama si dara.
singkat cerita, sholat ied sudah hampir dimulai. saat orang lain udah pada berdiri untuk ngerapatin shaf sholatnya, si nenek masih anteng aja duduk. si dara pun jadi bingung. tapi gak berani negur juga. rupanya, si nenek ini emang ga bisa sholat sambil berdiri. dia sholatnya dengan cara duduk. nah, melihat adegan ini, hati dara langsung tersentuh. ya ampun, masih ada aja orang yang udah ga bisa berdiri tapi bela-belain datang ke masjid cuma buat sholat ied. (saya pengen nangis T_T)

setelah sholat selesai, si dara langsung menyalami tangan nenek tersebut, smbil bilang makasih...
dan ketika ingin pulang ke rumah, rupanya nenek itu udah bungkuk, mungkin 90 85 derajat. bayngin woy, itu nenek nenek kalo jalan udah kayak orang rukuk. tapi semangatnyaa... bikin saya sadar bahwa hidup adalah sesuatu yang harus kita perjuangkan.


makasih nek, atas pelajaran moral yang engkau berikan secara tak langsung. semoga amal ibadahmu dibalas dengan yang lebih baik oleh-Nya :)
Read More..

Jumat, 09 September 2011

ISHOMA VS IMASHO

Biasanya, dalam suatu acara yang relatif lama, (misalnya dari pagi sampai sore) kita temui “ISHOMA” sebagai salah satu agenda acara tersebut. Pastinya kita semua sudah tau arti dari ISHOMA. Ya, ISHOMA adalah singkatan dari Istirahat, SHOlat, dan MAkan. Agenda yang satu ini sering diletakkan pada saat jam makan siang yang berdekatan dgn waktu Shalat Dzuhur.

Nah, dalam postingan kali ini saya akan membagi kebingungan saya kepada teman-teman semua. Hal yang membuat saya bingung tentang ISHOMA adalah: apa yang kita lakukan ketika ISHOMA tidaklah sesuai urutannya. Kebanyakan dari acara yang memiliki agenda ISHOMA tidak menjalankan Istirahat, Sholat dan Makan sebagaimana urutan yang seharusnya. Dalam acara tsb seringkali kita temui panitia yang menganjurkan kita untuk Istirahat, Makan, baru Sholat. (kecuali dalam acara ke-Islaman). Hal inilah yang membuat saya sangat bingung. Ketika saya tanya alasannya, kebanyakan dari mereka menjawab:

“ntar kalo sholat duluan, sholatnya jadi gak konsen karena kepikiran makanan terus. Mending makan dulu, biar sholatnya khusyu’...”

Otak saya yang memproses kata-kata tsb menyimpulkan: ada benarnya juga kalo alasannya kayak gitu. Tapi, selang beberapa lama kemudian hati saya berontak. Tiba-tiba muncul banyak pertanyaan di kepala saya.

“bukankah kalau kita udah kenyang, malahan jadi malas buat ibadah?”
“bukankah Rasulullah pernah sholat dengan batu yang terganjal di perutnya karena menahan rasa lapar akibat tak makan berhari-hari?”
“bukankah kita harus mendahulukan sholat yang sudah jelas kewajibannya?”
“lalu, jika nyawa kita dicabut saat makan, bukankah itu artinya kita telah meninggalkan sholat yang wajib hukumnya?”
Entahlah... Saya masih harus banyak mengkaji tentang hal itu. Ketika otak saya memaksa bahwa “IMASHO” adalah sesuatu yang benar, seketika itu juga hati saya berteriak, menolak ini semua. Marilah kawan, kita renungkan budaya kita yang satu ini 

**postingan ini dibuat dengan suasana hati yang galau (ciailaaah).. mohon komen yaaa teman-teman :D
Read More..

Kamis, 08 September 2011

SEDIKIT CERITA DI HARI RAYA

Hmmm... entah mengapa, saya rasa suasana lebaran tahun ini sangat berbeda dari beberapa tahun yang lalu. Lebaran sekarang tidaklah semeriah yang lalu. Mungkin karena sebagian besar teman sepermainan saya sudah ‘hijrah’ ke tempat baru mereka, atau mungkin juga karena saya memang telah kehilangan euforia idul fitri itu sendiri. Tapi, bukan ini yang akan saya bahas dalam postingan kali ini. Di postingan kali ini saya akan mencoba membuat suasana hati saya menjadi meriah dengan mencoba bikin kue sendiri! Yeeeeeay!

Jadi, saya bersama keponakan saya (tia) bikin kue yang lumayan bikin sakit pinggang, yaitu kue lapis. Bayangin aja, mulai ngebuatnya dari jam 8 pagi, dan selesainya sekitar jam 4 sore. See? It spent too many times -_- tapi kita berhasil bikin 6 cetakan loh! Haha


Nah, selain kue lapis, saya juga bikin kue yang saya gatau namanya. Kue itu terbuat dari corn flakes yang dilapisi dengan coklat leleh dan ditaburi gula warna warni. Jadi, kue tsb saya sebut KUE CORN FLAKES YANG DILAPISI DENGAN COKLAT LELEH DAN DITABURI GULA WARNA WARNI, selanjutnya untuk memudahkan penyebutan, saya singkat menjadi KCFYDDCLDDGWW. Seperti namanya, proses pembuatan KCFYDDCLDDGWW ini tidaklah begitu sulit. Pertama-tama, yang perlu kita lakukan adalah melelehkan coklat batangan dengan cara ditim. Setelah coklat meleleh, campurkan corn flakes ke dalam lelehan coklat. Setelah semuanya tercampur rata, masukkan corn flakes yang telah terlapisi coklat ke dalam cup kue yang berukuran kecil. Taburi dengan gula warna warni, masukkan ke dalam kulkas selama 10 menit. Keluarkan dari kulkas, susun di toples. And.... your KCFYDDCLDDGWW is ready to eat!
Gampang kan? Hehe :P

ini dia kuenya...


model: orang cantik :D

Read More..

Sabtu, 06 Agustus 2011

Keistimewaan Agama Islam


Islam
Islam
Islam adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Dengan lebih dari satu seperempat miliar orang pengikut di seluruh duniadan menjadikan Islam sebagai agama terbesar kedua di dunia setelah agama Kristen.Islam memiliki arti penyerahan atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti seorang yang tunduk kepada Tuhan, atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi perempuan. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah.
Islam adalah agama yang memiliki banyak keutamaan yang agung dan membuahkan hal yang terpuji serta hasil yang mulia. Berikut ini adalah keistimewaan agama islam.
1. Islam Menghapus Seluruh Dosa Dan Kesalahan Bagi Orang Kafir Yang Masuk Islam.
Dalilnya adalah firman Allah Azza wa Jalla,
قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّةُ الأوَّلِينَ
“Katakanlah kepada orang-orang kafir itu, ‘Jika mereka berhenti (dari kekafiran-nya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu; dan jika mereka kembali lagi (memerangi Nabi), sungguh akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang terdahulu (dibinasakan).” [Al-Anfaal: 38]
Sahabat ‘Amr bin al-‘Ash menceritakan kisahnya ketika masuk Islam.
‘Amr                                      : “Ketika Allah menjadikan Islam dalam hatiku, aku mendatangi Nabi Muhammad SAW dan aku berkata, bentangkanlah tanganmu, aku akan berbai’at kepadamu.”
Nabi Muhammad SAW membentangkan tangan kanannya.
‘Amr                                      : “Maka aku tahan tanganku(tidak menjabat tangan Nabi).”
Nabi Muhammad SAW          : “Ada apa wahai ‘Amr?”
‘Amr                                      : “Aku ingin me-minta syarat!”
Nabi Muhammad SAW          : “Apakah syaratmu?”
‘Amr                                      : “Agar aku diampuni.”
Nabi Muhammad SAW : “Apakah engkau belum tahu bahwa sesungguhnya Islam itu menghapus dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya, hijrah itu menghapus dosa-dosa sebelumnya, dan haji itu menghapus dosa-dosa sebelumnya?”
[Shahih Muslim, no. 121]
2. Apabila seseorang masuk islam kemudian baik keislamannya, maka ia tidak disiksa atas perbuatannya pada waktu dia masih kafir, bahkan allah akan melipat gandakan pahala amal-amal kebaikan yang pernah dilakukannya.
Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Jika baik ke-Islaman seseorang di antara kalian, maka setiap kebaikan yang dilakukannya akan ditulis sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat. Adapun keburukan yang dilakukannya akan ditulis satu kali sampai ia bertemu Allah.”
[Shahih Muslim, no. 129]
3. Islam Tetap Menghimpun Amal Kebaikan Yang Pernah Dilakukan Seseorang Baik Ketika Masih Kafir Maupun Ketika Sudah Islam.
Hakim bin Hizam bertanya pada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, apakah engkau memandang perbuatan-perbuatan baik yang aku lakukan sewaktu masaJahiliyyah seperti shadaqah, membebaskan budak atau silaturahmi tetap mendapat pahala?”
Maka Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Engkau telah masuk Islam beserta semua kebaikanmu yang dahulu.”
[Shahih Bukhari, no. 1436, 2220, 2538, 5992 dan Shahih Muslim, no. 123]
Neraka
Neraka
4. Islam Sebagai Sebab Terhindarnya Seseorang Dari Siksa Neraka.
Diriwayatkan dari Anas. Beliau berkata,
“Ada seorang anak Yahudi yang selalu membantu Nabi Muhammad SAW, kemudian ia sakit. Maka Nabi Muhammad SAW datang menengoknya, lalu duduk di dekat kepalanya. Seraya mengatakan, ‘Masuk Islamlah!’” Maka anak Yahudi itu melihat ke arah ayahnya yang berada di sampingnya. Lalu ayahnya berkata, “Taatilah Abul Qasim(Nabi Muhammad SAW).” Dan setelahnya anak itu akhirnya masuk Islam. Kemudian Nabi Muhammad SAW keluar dan seraya mengatakan, “Segala puji hanya milik Allah yang telah menyelamatkannya dari siksa Neraka.”
[Shahih Bukhari, no. 1356, 5657]
Dalam hadits lain yang berasal dari sahabat Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Sesungguhnya tidak akan masuk Surga melainkan jiwa muslim dan sesungguhnya Allah menolong agama ini dengan orang-orang fajir.”
[Shahih Bukhari, no. 3062 dan Shahih Muslim, no. 111]
5. Kemenangan, Kesuksesan, Dan Kemuliaan Terdapat Dalam Islam.
Dari Sahabat ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash. Bahwasanya Rasulullah bersabda,
“Sungguh telah beruntung orang yang masuk Islam, diberi rizki yang cukup, dan Allah memberikan sifat qana’ah (merasa cukup) atas rizki yang ia terima.”
[Shahih Muslim, no. 1054]
Umar bin al-Khaththab berkata, “Kami adalah suatu kaum yang telah dimuliakan oleh Allah ‘Azza wa Jalla dengan Islam. Maka bila kami mencari kemuliaan dengan selain cara-cara Islam maka Allah akan menghinakan kami.”
[Al-Mustadrak: I/62]
6. Seluruh Kebaikan Terdapat Dalam Islam.
Tidak ada kebaikan baik di kalangan orang arab maupun non arab, melainkan dengan islam.
Rasulullah bersabda, “Setiap penghuni rumah baik dari kalangan orang Arab atau orang Ajam(non Arab) jika Allah menghendaki kepada mereka kebaikan. Maka Allah berikan hidayah kepada mereka untuk masuk ke dalam Islam, kemudian akan terjadi fitnah-fitnah seolah-olah seperti naungan awan.”
[Silsilah al-Ahaadits ash-Shahiihah, no. 51]
7. Islam Membuahkan Berbagai Macam Kebaikan Dan Keberkahan Di Dunia Dan Akhirat.
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak mendzalimi satu kebaikan pun dari seorang mukmin, diberi dengannya di dunia dan dibalas dengannya di akhirat. Adapun orang kafir diberi makan dengan kebaikan yang dilakukannya karena Allah di dunia. Sehingga jika tiba akhiratkebaikannya tersebut tidak akan dibalas.”
[Shahih Muslim no. 2808 (56)]
8. Suatu amal shalih yang sedikit dapat menjadi amal shalih yang banyak dengan sebab Islam yang shahih, yaitu tauhid dan ikhlas. Beramal sedikit saja namun diberikan ganjaran dengan pahala yang melimpah.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari al-Bara’. Ia berkata, “Seorang laki-laki yang memakai pakaian besi mendatangi Nabi Muhammad SAW kemudian ia bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah aku boleh ikut perang ataukah aku masuk Islam terlebih dahulu?’ Maka Rasulullah menjawab, ‘Masuk Islamlah terlebih dahulu, baru kemudian ikut berperang.’ Maka laki-laki tersebut masuk Islam lalu ikut berperang dan akhirnya terbunuh(dalam peperangan). Rasulullah pun bersabda, ‘Laki-laki tersebut beramal sedikit namun diganjar sangat banyak.’”
[Shahih Bukhari, no. 2808 dan Shahih Muslim no. 1900]
Cahaya
Cahaya
9. Islam Membuahkan Cahaya Bagi Penganutnya Di Dunia Dan Akhirat.
Allah berfirman:
أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلإسْلامِ فَهُوَ عَلَى نُورٍ مِنْ رَبِّهِ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ أُولَئِكَ فِي ضَلالٍ مُبِينٍ
“Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk(menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Rabb-nya(sama dengan orang yang membatu hatinya)? Lalu celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.”
[Az-Zumar: 22]
10. Islam Menjaga Jiwa.
Allah mengharamkan pembunuhan dan penumpahan darah umat Islam. Islam memelihara jiwa, oleh karena itu Islam mengharamkan pembunuhan secara tidak haq(benar) dan hukuman bagi orang yang membunuh jiwa seseorang secara tidak benar adalah hukuman mati.
Oleh karena itu, jarang terjadi pembunuhan di negeri yang menerapkan syari’at Islam. Karena apabila seseorang mengetahui bahwa bila ia membunuh seseorang akan dibunuh pula maka ia tidak akan melakukan pembunuhan, karena hal itu masyarakat hidup dengan penuh rasa aman dari kejahatan pembunuhan.
Allah SWT berfirman,
وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الألْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Dan dalam qishash itu ada (jaminan) kehidupan bagimu, wahai orang-orang yang berakal, agar kamu bertaqwa.”
[Al-Baqarah: 179]
Read More..

HAKEKAT ULANG TAHUN



Saat seseorang menyatakan “ulang tahun” tentang kelahirannya, yang sering kita lihat dengan pesta pora, sebenarnya saat itu berkuranglah 1 tahun jatah umur yang telah ditetapkan oleh Alloh SWT terhadap makhluknya yang berasal dari setetes nutfah namun suka membangkang dan menentang perintah-Nya. Sadar atau tidak, mau atau tidak mau bahkan suka atau tidak, sesungguhnya kita akan binasa atau hancur dan kembali kepada Alloh SWT, karena “Sesunggunya setiap segala sesuatu pasti akan hancur (binasa), QS Al-Qhasash 88,

Bukankah kita sering mengharap dengan harapan yang berlebihan dan bertindak/beraktivitas hingga sering melupakan kewajiban utama manusia yaitu ibadah, tapi sibuk dan paranoid tentang kedudukan, status, jabatan, dan kehormatan di dunia yang belum pasti, sedangkan kita lupa sesuatu yang pasti yaitu mati. Pada dasarnya menikmati dunia, bersenang-senang itu dalam Islam sah-sah dan boleh-boleh saja, asalkan tidak berlebih-lebihan, tidak ada unsur pemaksaan, tidak ada unsur mubazir, tidak melampaui batas atau bahkan menjurus kemaksiatan dan dosa naudzubillah.
Alloh SWT mengingatkan kepada manusia “Dan makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS.
Al-‘Arof: 31)

“Ulang tahun” adalah waktu untuk muhasabah/intropeksi diri bagi seseorang mengenai segala amal yang telah diperbuat selama ini, apakah amal perbuatan tersebut sudah sesuai dengan apa yang di perintahkan oleh Alloh SWT ataukah malah sebaliknya? Rasulullah SAW yang sangat sayang umatnya mengingatkan dalam sebuah hadit yaitu

Dari Syaddan bin Aus ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, Orang yang cerdas itu adalah yang menghitung dirinya di dunia sebelum dihitung di hari kiamat. Dan yang bekerja untuk masa sesudah kematiannya. Dan orang yang lemah itu adalah yang mengikuti hawa nafsunya tapi berharap kepada Allah .
juga Diriwayatkan bahwa Umar ra berkata, Hitung-hitunglah dirimu sebelum kamu dihitung di hari kiamat.

Sedangkan ulama juga selalu mengingatkan diantaranya adalah Maimun bin Mahran juga berkata, Tidaklah seorang hamba Allah itu bertaqwa, kecuali dia menghitung-hitung dirinya sebagaimana dia menghitung rekannya, darimana makannya dan pakaiannya.

namun sering hari dimana “umur dikurangi” bukan dipakai untuk bermuhasabah terhadap apa yang telah diperbuat namun malah justru digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat bahkan sampai meninggalkan sholat dan maksiat naudzubillah….
marilah sebelum nafas terhenti, muhasabah mulai dini, insyaallah damai dunia dan ukhrawi.
Wallahu ‘alam bishshawab
Read More..